Cara Menghitung EOQ: Rumus, Contoh Soal, dan Total Biaya Persediaan

Panduan ini membahas cara menghitung EOQ secara tuntas: rumus, komponen biaya pemesanan dan penyimpanan, contoh soal dengan angka nyata, total biaya persediaan atau TIC, hubungan dengan reorder point, cara di Excel, sampai kesalahan umum. Cocok dibaca sebelum Anda menentukan jumlah pesan paling ekonomis.
Terlalu sering memesan membuat biaya pemesanan membengkak. Sekali pesan dalam jumlah besar membuat gudang penuh dan biaya simpan naik. EOQ adalah angka yang menemukan titik paling hemat di antara keduanya.
Kata kunci "cara menghitung EOQ" dicari mahasiswa yang mengerjakan contoh soal, manajer gudang yang ingin menekan biaya persediaan, dan tim purchasing yang menentukan jumlah pembelian. Ketiganya butuh hal yang sama: rumus yang jelas, contoh angka yang bisa diikuti, dan pemahaman kapan EOQ berlaku. Panduan ini menjawab semuanya, termasuk cara menghitung total biaya persediaan (TIC) dan hubungannya dengan reorder point.
Yang membedakan panduan ini: kami tidak berhenti di rumus, tetapi membuktikan lewat tabel bahwa EOQ benar-benar menghasilkan biaya terendah dibanding jumlah pesan lain, menghubungkannya dengan ROP dan safety stock, serta menunjukkan batas asumsi EOQ yang sering dilupakan.
1. Apa Itu EOQ (Economic Order Quantity)?
EOQ atau Economic Order Quantity adalah jumlah pemesanan paling ekonomis untuk satu kali pesan yang membuat total biaya persediaan menjadi paling rendah. Sederhananya, EOQ menjawab pertanyaan: setiap kali memesan barang, berapa banyak yang sebaiknya dipesan agar paling hemat?
Jawabannya tidak sesederhana "sebanyak-banyaknya" atau "sesedikit-sedikitnya". Memesan dalam jumlah kecil tetapi sering membuat biaya pemesanan menumpuk, karena setiap order menimbulkan biaya administrasi, ongkos kirim, dan waktu. Sebaliknya, memesan banyak sekaligus membuat gudang penuh, modal terkunci, dan biaya penyimpanan naik. EOQ adalah titik seimbang yang menekan total kedua biaya itu serendah mungkin.
Inti EOQ
Jumlah pesan paling ekonomis yang menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sehingga total biaya persediaan paling rendah.
2. Komponen Biaya: Pemesanan dan Penyimpanan
Untuk memahami EOQ, Anda perlu mengenali dua biaya yang saling bertolak belakang. Keduanya adalah bahan utama rumus EOQ.
Biaya Pemesanan (Ordering Cost)
Biaya yang timbul setiap kali melakukan pemesanan: administrasi pembelian, ongkos kirim, biaya penerimaan, dan pengecekan barang. Semakin sering memesan, semakin besar total biaya ini dalam setahun.
Biaya Penyimpanan (Holding Cost)
Biaya menyimpan barang di gudang: sewa tempat, listrik, asuransi, risiko rusak atau kedaluwarsa, dan modal yang terkunci. Semakin banyak stok yang disimpan, semakin besar biaya ini.
Hubungan keduanya berkebalikan. Jika Anda memesan sedikit-sedikit tapi sering, biaya penyimpanan rendah tetapi biaya pemesanan tinggi. Jika Anda memesan banyak sekaligus, biaya pemesanan rendah tetapi biaya penyimpanan tinggi. EOQ mencari jumlah pesan yang membuat penjumlahan kedua biaya ini paling kecil.
3. Rumus EOQ
Rumus EOQ diturunkan dari mencari titik terendah total biaya persediaan. Bentuknya adalah akar kuadrat dari sebuah pecahan.
Rumus EOQ
EOQ = akar kuadrat dari
(2 x D x S) ÷ H
- D = Permintaan atau kebutuhan barang dalam satu tahun (unit per tahun)
- S = Biaya pemesanan setiap kali order (rupiah per pesan)
- H = Biaya penyimpanan per unit per tahun (rupiah per unit per tahun)
Kunci yang sering keliru: pastikan satuan D dan H sama-sama dalam basis tahunan. Jika permintaan dihitung bulanan, ubah ke tahunan lebih dulu. Biaya penyimpanan H sering dinyatakan sebagai persentase dari harga barang, misalnya 20 persen dari harga beli per unit. Jika harga barang Rp 20.000 dan biaya simpan 20 persen, maka H sama dengan Rp 4.000 per unit per tahun.
4. Contoh Soal Perhitungan EOQ
Sebuah distributor menjual satu jenis produk dengan data sebagai berikut. Mari hitung jumlah pesan paling ekonomisnya.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Permintaan tahunan (D) | 10.000 unit |
| Biaya pemesanan per pesan (S) | Rp 200.000 |
| Biaya penyimpanan per unit per tahun (H) | Rp 4.000 |
Masukkan ke rumus EOQ:
EOQ = akar kuadrat dari (2 x 10.000 x 200.000) ÷ 4.000
EOQ = akar kuadrat dari 4.000.000.000 ÷ 4.000
EOQ = akar kuadrat dari 1.000.000
EOQ = 1.000 unit
Hasilnya, distributor sebaiknya memesan 1.000 unit setiap kali order. Angka ini adalah jumlah pesan yang membuat total biaya pemesanan dan penyimpanan paling rendah dalam setahun. Selanjutnya kita buktikan bahwa 1.000 unit memang menghasilkan biaya terendah, dengan menghitung total biaya persediaannya.
5. Total Biaya Persediaan (TIC)
Total Inventory Cost (TIC) atau total biaya persediaan adalah penjumlahan biaya pemesanan tahunan dan biaya penyimpanan tahunan. Rumusnya:
Rumus Total Biaya Persediaan
TIC =
(D ÷ Q) x S + (Q ÷ 2) x H
Q adalah jumlah pesan. Bagian pertama adalah biaya pemesanan tahunan, bagian kedua biaya penyimpanan tahunan. Q dibagi 2 karena rata-rata stok di gudang adalah setengah dari jumlah sekali pesan.
Dengan EOQ 1.000 unit dari contoh di atas, mari hitung TIC-nya:
Biaya pemesanan = (10.000 ÷ 1.000) x 200.000 = 10 x 200.000 = Rp 2.000.000
Biaya penyimpanan = (1.000 ÷ 2) x 4.000 = 500 x 4.000 = Rp 2.000.000
TIC = 2.000.000 + 2.000.000 = Rp 4.000.000
Perhatikan bahwa pada titik EOQ, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan sama besarnya, masing-masing Rp 2.000.000. Ini bukan kebetulan: EOQ memang tercapai tepat ketika kedua biaya itu seimbang. Untuk membuktikan bahwa 1.000 unit menghasilkan TIC terendah, bandingkan dengan jumlah pesan lain.
| Jumlah Pesan (Q) | Biaya Pemesanan | Biaya Penyimpanan | TIC |
|---|---|---|---|
| 500 unit | Rp 4.000.000 | Rp 1.000.000 | Rp 5.000.000 |
| 1.000 unit (EOQ) | Rp 2.000.000 | Rp 2.000.000 | Rp 4.000.000 |
| 2.000 unit | Rp 1.000.000 | Rp 4.000.000 | Rp 5.000.000 |
Tabel ini membuktikan EOQ bekerja. Memesan 500 unit atau 2.000 unit sama-sama menghasilkan TIC Rp 5.000.000, sedangkan memesan 1.000 unit hanya Rp 4.000.000. Selisih Rp 1.000.000 per tahun untuk satu produk saja. Bila dikalikan ratusan atau ribuan SKU, penghematannya menjadi signifikan.
6. EOQ, Frekuensi Pesan, dan Reorder Point
Setelah tahu EOQ, dua angka turunan berguna untuk perencanaan pembelian.
Frekuensi pemesanan adalah berapa kali memesan dalam setahun, dihitung dari permintaan tahunan dibagi EOQ. Dengan D 10.000 dan EOQ 1.000, frekuensinya 10.000 dibagi 1.000 sama dengan 10 kali per tahun. Artinya, jika setahun dihitung 365 hari, jarak antar pemesanan sekitar 365 dibagi 10 yaitu 36 sampai 37 hari sekali.
Reorder point (ROP) menjawab pertanyaan yang berbeda dari EOQ. EOQ menentukan berapa banyak yang dipesan, sementara ROP menentukan kapan harus memesan. Keduanya bekerja berpasangan: begitu stok turun mencapai ROP, Anda memesan sebanyak EOQ. Rumus ROP adalah pemakaian harian rata-rata dikali lead time, ditambah safety stock. Pembahasan lengkap ada di panduan cara menghitung safety stock dan reorder point.
EOQ dan ROP saling melengkapi
ROP memberi sinyal kapan memesan. EOQ memberi tahu berapa jumlah yang dipesan saat sinyal itu muncul. Keduanya dipakai bersama, bukan menggantikan satu sama lain.
7. Cara Menghitung EOQ di Excel
Excel membuat perhitungan EOQ cepat karena tersedia fungsi akar kuadrat. Susun parameter dalam sel, lalu pakai rumus berikut.
| Perhitungan | Rumus Excel |
|---|---|
| EOQ | =SQRT((2*D*S)/H) |
| Frekuensi pemesanan per tahun | =D/EOQ |
| Biaya pemesanan tahunan | =(D/EOQ)*S |
| Biaya penyimpanan tahunan | =(EOQ/2)*H |
| Total biaya persediaan (TIC) | =(D/EOQ)*S+(EOQ/2)*H |
Ganti D, S, H, dan EOQ dengan alamat sel yang sesuai, misalnya =SQRT((2*B1*B2)/B3). Setelah rumus dibuat sekali, tinggal disalin ke bawah untuk barang lain. Untuk barang dalam jumlah terbatas dengan permintaan stabil, cara ini sudah memadai.
Batasnya muncul saat skala bertambah. Excel tidak memperbarui permintaan tahunan dan biaya secara otomatis, sehingga parameter cepat usang. Ketika ada ribuan SKU dengan permintaan yang berubah setiap bulan, memelihara data ini manual menjadi pekerjaan tersendiri yang rawan salah. EOQ yang dihitung dari data lama justru menyesatkan. Di titik ini, banyak bisnis beralih ke software inventory yang menghitung parameter ini dari data transaksi nyata secara berkelanjutan.
8. Kesalahan Umum dan Batas Asumsi EOQ
EOQ adalah alat yang kuat, tetapi hanya jika asumsinya dipahami. Berikut kesalahan yang sering terjadi dan batas yang perlu diingat.
- Salah satuan. Mencampur permintaan bulanan dengan biaya simpan tahunan menghasilkan EOQ yang keliru. Samakan semua ke basis tahunan.
- Menganggap permintaan pasti stabil. EOQ mengasumsikan permintaan konstan dan bisa diperkirakan. Untuk barang musiman atau fluktuatif, EOQ perlu ditinjau berkala dan dipadukan dengan safety stock.
- Mengabaikan diskon kuantitas. EOQ dasar tidak memperhitungkan diskon pembelian jumlah besar. Jika pemasok memberi diskon, jumlah pesan optimal bisa bergeser dari EOQ murni.
- Menganggap biaya pesan dan simpan tetap. Dalam praktik, keduanya bisa berubah mengikuti inflasi, tarif gudang, dan biaya modal.
- Memakai EOQ sebagai angka mutlak. EOQ paling baik dipakai sebagai titik acuan, lalu disesuaikan dengan realitas operasional seperti kapasitas gudang dan minimum order pemasok.
Karena asumsi ini, EOQ paling tepat dipandang sebagai kompas, bukan peta mutlak. Untuk bisnis dengan banyak SKU dan permintaan yang berubah, menghitung EOQ manual satu per satu tidak praktis. Sistem inventory atau ERP menghitung EOQ dan reorder point dari data transaksi yang berjalan, memperbaruinya secara berkala, dan mengirim notifikasi saat waktunya memesan. Untuk gambaran fitur, lihat modul inventory dan warehouse SAKA, dan pahami kaitannya dengan pencocokan fisik lewat cara stock opname yang benar.
Bisnis dengan aturan persediaan yang tidak umum, misalnya EOQ berbeda per pemasok, per lokasi, atau dengan skema diskon bertingkat, sering menemukan software paket kurang fleksibel. Dalam kasus ini, ERP custom yang dibangun sesuai proses memungkinkan aturan pembelian mengikuti kebijakan perusahaan Anda.
9. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu EOQ (Economic Order Quantity)?+
Apa rumus EOQ?+
Bagaimana cara menghitung EOQ dan TIC dari contoh soal?+
Apa hubungan EOQ dengan ROP (reorder point)?+
Bagaimana cara menghitung EOQ di Excel?+
Apa kelemahan atau asumsi EOQ?+
Ingin EOQ dan Reorder Point Terhitung Otomatis?
Menghitung EOQ manual untuk ribuan SKU melelahkan dan cepat usang. SAKA membangun sistem inventory yang menghitung jumlah pesan ekonomis dan reorder point dari data nyata, lalu memberi notifikasi otomatis saat waktunya memesan, disesuaikan dengan kebijakan persediaan Anda.
Pelajari Solusi Inventory













